Pada tahap awal apabila kita ingin tahu tentang jasa kita harus tahu dulu pengertian dari jasa tersebut, jasa yaitu setiap tindakan yang ditawarkan satu pihak (produsen) kepada pihak lain (konsumen) yang terjadi ditempat terjadinya interaksi yang melibatkan hubungan dengan orang, alat, atau mesin yang mengarah pada terbentuknya kepuasaan pelanggan. Jasa juga bersifat abstrak dan hanya dapat diraskan saat kita telah menggunakan jasa tersebut. Dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa jasa tidak hanya dilakukan dari manusia ke manusia, akan tetapi pelayanan jasa dapat juga dirasakan dengan menggunakan alat atau mesin yang bekerja atau berfungsi sebagai alat pemuas jasa. Ada beberapa pertimbangan saat ini manusia menggunakan alat atau mesin sebagai pengganti pemuas jasa yang biasa dilakukan manusia, salah satunya yaitu alasan waktu, mungkin dengan mesin atau alat pemuas jasa manusia tidak perlu lagi membuang banyak waktu hanya untuk menggunakan jasa tersebut. Sebagai contoh, saat ini pembayaran tol dapat menggukan e-toll sebagai alat pengganti manusia sebagai alat pembayaran jasa tol. Semakain mudah, cepat, dan praktis apabila kita menggunakan alat tersebut bukan? Maka dari itu, tidak hanya manusia saja yang dapat dijadikan sebagai pelayanan jasa. Jasa juga harus memiliki faktor pendukung lain, seperti fasilitas yang dapat menunjang kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk. Jasa memiliki tiga komponen penting yaitu,interaksi, manusia, dan mesin. Tetapi dalam bidang pendidikan value (nilai) yang dilihat sebagai alat pemuas, maka dari itu sebuah lembaga pendidikan harus memiliki nilai jual yang baik. Seperti contohnya sekolah yang memiliki nilai dimata masyarakat adalah sekolah yang memilki “good will” atau nama baik yang dapat dihargai sebagai nilai jual kepada masyarkat, maka dengan good will tersebut masyarakat tidak ragu lagi akan sekolah tersebut. Dan hal tersebut tentu saja berimplikasi pada prosen yang menawarkan jasanya tersebut. Jasa biasanya dapat juga dipromosikan melalui mulut ke mulut, dengan begitu berita akan jasa tersebut dapat tersebar luas. Ada beberapa faktor yang disebut sebagai kunci sukses bisnis jasa, Pertama, memperbarui jasa berkembang, maksudnya adalah dimana produsen selalu memperbarui produknya (jasa) agar tahu akan perkembangan tentang apa saja yang diinginkan konsumen, dan perkembangan itu dapat dilakukan dengan cara mensurvei kepada konsumen. Kedua, menyediakan tempat-tempat layanan, sebagai contoh yaitu keberadaan ATM yang berfungsi untuk melayani manusia dengan mudah, tidak seperti sebelum diadakannya ATM tersebut, orang-orang yang ingin mengambil uangnya harus dating terlebih dahulu ke Bank, dengan begitu tidak praktis. Maka setelah adanya mesin tersebut dan beredar ditempat-empat yang strategis dapat mempermudah layanan. Ketiga, kesepakatan antara konsumen dan produsen, yaitu contohnya card member, dengan memiliki card member konsumen akan senantiasa berbelanja atau melakukan traksakasi di tempat dimana ia menjadi member. Keempat, menggunakan kekeuatan informasi, digunakan sebagai alat pengembangan layanan, dengan cara melalui media-media yang dapat mempromosikan jasa. Kelima, menentukan nilai strategi jasa pada konsumen yaitu perluasan perusahaan untuk penempatan tempat pelayanan baru.
No comments:
Post a Comment