RISET DALAM PEMASARAN
Pada pertemuan kuliah manajemen pemasaran yang bertepat di hari Jumat, 27 Mei 2011, Bapak Amril Muhammad,SE ., M.Pd menjelaskan tentang riset dalam pemasaran yang di dalamnya terdapat bagaimana cara dari riset pemasaran tersebut dan beliau juga memaparkan tentang manfaat dari research.
Dijelaskan bahwa ada 3 teknik riset dalam pemasaran yaitu yang pertama adalah positivistik atau bisa juga disebut dengan kualitatif yaitu dengan berbagai cara seperti sampling, instrumen, statistik, dan hipotesis. Dalam kuantitatif apabila biaya promosi naik maka otomatis harga penjualan pun naik. Seperti dalam rumus Y = a + bx dalam teknik sampling terdapat beberapa cara, yaitu random (simple, cluster, dan proportional) dan porposite. Lalu yang kedua teknik naturalistik atau kulitatif dengan metode seperti wawancara dan pengamatan. Dan teknik yang ketiga yaitu post positivistik/mixed yaitu gabungan antara teknik positivistik dengan naturalistik.
Kemudian mulai memasuki materi tentang manfaat research. Berkaitan dengan proyeksi penjualan terbagi atas dua, yaitu analisis trend dan analisis research. Kepuasan pelanggan adalah melihat faktor apa saja yang membuat pelanggan merasa puas. Terbagi atas faktor durabilitas atau daya tahan dan price yang melihat produk dari terjangkau atau tidaknya oleh pelanggan. Lalu melihat kemudahan dari researh tersebut, merk dan kemasan, serta jumlah yang semua itu berkaitan dengan customer behavior dan tujuan pelanggan memilih barang itu sendiri.
Kesejahteraan yang baik seperti kesejahteraan materi yang berupa tunjangan dan gaji dapat menjadikan human research satisfaction yang kemudian costumer satisfaction yang menyebabkan loyal yang berdampak pada penjualan suatu barang akan naik dan profit pun otomatis akan naik.
Mengukur kepuasan pelanggan dapat dinilai melalui puas atau tidaknya. Yaitu apabila pelanggan merasa puas maka pelanggan akan loyal terhadap produk yang kita hasilkan. Namun, apabila pelanggan merasa tidak puas tentu pelanggan akan pergi dan dapat meninggalkan kesan negatif di masyarakat. Mengukur kepuasaan pelanggan dapat dilakukan dengan 5 (lima) cara. Yang pertam dengan teknik angket yang dapat diberikan kepada pelanggan, kedua teknik kualitatif, ketiga teknik trial atau sample yang dapat kita bagikan kepada pelanggan, lalu yang keempat dengan cara mengukur seberapa banyak masyarakat menggunakan produk kita, dan yang kelima dengan cara testimoni.
Kemudian bagaimana kita memperhatikan total service quality yaitu semua orang harus menjadi pelayan yang baik. Dimana kita sebelumnya melakukan proses pemberdayaan melalui latihan, sosialisasi, komunikasi, dan supervisi. Lalu terkait juga dengan teamwork dan juga leadership yang tentunya dapat melihat situasi.