Sunday, June 5, 2011

RISET DALAM PEMASARAN report ke 10

RISET DALAM PEMASARAN
Pada pertemuan kuliah manajemen pemasaran yang bertepat di hari Jumat, 27 Mei 2011, Bapak Amril Muhammad,SE ., M.Pd menjelaskan tentang riset dalam pemasaran yang di dalamnya terdapat bagaimana cara dari riset pemasaran tersebut dan beliau juga memaparkan tentang manfaat dari research.
Dijelaskan bahwa ada 3 teknik riset dalam pemasaran yaitu yang pertama adalah positivistik atau bisa juga disebut dengan kualitatif yaitu dengan berbagai cara seperti sampling, instrumen, statistik, dan hipotesis. Dalam kuantitatif apabila biaya promosi naik maka otomatis harga penjualan pun naik. Seperti dalam rumus Y = a + bx dalam teknik sampling terdapat beberapa cara, yaitu random (simple, cluster, dan proportional) dan porposite. Lalu yang kedua teknik naturalistik atau kulitatif dengan metode seperti wawancara dan pengamatan. Dan teknik yang ketiga yaitu post positivistik/mixed yaitu gabungan antara teknik positivistik dengan naturalistik.
Kemudian mulai memasuki materi tentang manfaat research. Berkaitan dengan proyeksi penjualan terbagi atas dua, yaitu analisis trend dan analisis research. Kepuasan pelanggan adalah melihat faktor apa saja yang membuat pelanggan merasa puas. Terbagi atas faktor durabilitas atau daya tahan dan price yang melihat produk dari terjangkau atau tidaknya oleh pelanggan. Lalu melihat kemudahan dari researh tersebut, merk dan kemasan, serta jumlah yang semua itu berkaitan dengan customer behavior dan tujuan pelanggan memilih barang itu sendiri.
Kesejahteraan yang baik seperti kesejahteraan materi yang berupa tunjangan dan gaji dapat menjadikan human research satisfaction yang kemudian costumer satisfaction yang menyebabkan loyal yang berdampak pada penjualan suatu barang akan naik dan profit pun otomatis akan naik.
Mengukur kepuasan pelanggan dapat dinilai melalui puas atau tidaknya. Yaitu apabila pelanggan merasa puas maka pelanggan akan loyal terhadap produk yang kita hasilkan. Namun, apabila pelanggan merasa tidak puas tentu pelanggan akan pergi dan dapat meninggalkan kesan negatif di masyarakat. Mengukur kepuasaan pelanggan dapat dilakukan dengan 5 (lima) cara. Yang pertam dengan teknik angket yang dapat diberikan kepada pelanggan, kedua teknik kualitatif, ketiga teknik trial atau sample yang dapat kita bagikan kepada pelanggan, lalu yang keempat dengan cara mengukur seberapa banyak masyarakat menggunakan produk kita, dan yang kelima dengan cara testimoni.
Kemudian bagaimana kita memperhatikan total service quality yaitu semua orang harus menjadi pelayan yang baik. Dimana kita sebelumnya melakukan proses pemberdayaan melalui latihan, sosialisasi, komunikasi, dan supervisi. Lalu terkait juga dengan teamwork dan juga leadership yang tentunya dapat melihat situasi.

KUALITAS report ke 9

Pada pertemuan kuliah manajemen pemasaran yang bertepat di hari Rabu, 25 Mei 2011, Bapak Amril Muhammad,SE ., M.Pd menjelaskan tentang kualitas, beliau menjelaskan tentang bagaimana kualitas pada sebuah produk mempengaruhi pemasaran.
Kualitas pada produk yang pertama dapat ditentukan dari sebuah produk yang hanya satu-satunya atau dapat dikatakan bahwa produk tersebut absolut (mutu baik), lalu yang kedua adalah kualitas relatif yang standarnya berubah-ubah, dan yang ketiga kualitas berdasarakan costumer satisfaction atau dapat berubah-ubah karena keinginan pelanggan. Dan terakhir costumer behavior.
                Paradigma kualitas di internalnya sendiri adalah dengan menggunakan analisis tulang ikan, dimana kualitas tersebut memiliki support yang terdiri dari bagaimana produk tersebut, lalu bagaimana SDM yang membuat atau menciptakan produk tersebut. Dan tidak lupa juga bagaimana cara memasarkan sebuah produk. Dilihat juga dari harga, tempat, dan kemasan produk. Produk dapat dikatakan bagus atau berkualaitas juga karna testimoni (brand image) yang susah pasti seperti goodwill.

Tuesday, May 24, 2011

DISTRIBUTION CHANEL & MARKETING COMMUNICATION

Pada pertemuan kuliah manajemen pemasaran yang bertepat di hari Jumat, 13 Mei 2011, Bapak Amril Muhammad,SE ., M.Pd menjelaskan tentang dua hal yaitu distribution chanel dan marketing communication. Beliau menjelaskan tentang pengertian serta apa saja yang mempengaruhi kedua hal tersebut.
                Pertama kita masuk pada distribution chanel. Dari kata distribusi yang bertujuan konsumen memperoleh barang dengan cara yang mudah. Distribution chanel dapat diartikan sebagai bagaimana cara mengantarkan barang dari produsen ke konsumen. Ada beberapa macam cara distribusi yang pertama distribusi langsung yaitu dari produsen langsung ke tangan produsen, contohnya outlet dan toko sendiri. Kedua melalui perantara seperti agen, toko, warung, supermarket, departemen store, dll. Selanjutnya hybrid contohnya seperti toko sepatu yang menjual sebuah merk tertentu, tapi toko tersebut juga menjual merk lain. lalu ada yang melalui telemarketing yaitu berjualan lewat alat komunikasi seperti telepon. Kemudian E-comerce berjualan melalui jaringan internet atau online, contohnya toko bagus dan kaskus. Dan yang terakhir MLM (Multi Level Marketing).
                Ada beberapa alasan atau pertimbangan sebuah pendistribusian barang, pertama berkaitan dengan efesiensi biaya, contohnya apabila membuka usaha jual mobil di daerah, si pedagang harus melihat efektif atau tidaknya pendistribusian ke daerah, karena harus mempertimbangkan faktor-faktor tertentu. Lalu fokus pada produksi yaitu contohnya astra Honda. SDM yang berkenaan dengan tenaga teknis, geografi jarak pendistribusian juga dapat menjadi pertimbangan. Jenis barang tentu sangat dipertimbangkan pada pendistribusian karena akan berpengaruh pada pergudangan dan daya tahan dari jenis barang tersebut. Dan yang terakhir harga barang yang akan di distribusikan.
                Selanjutnya kita akan memasuki pembelajaran tentang marketing communication, tentu ada hal yang mempengaruhinya yaitu, advertising atau iklan hal yang terdapat dalam iklan biasanya memperhatikan bagaimana tempatnya, indoor atau outdoor. Lalu media apa yang digunakan untuk iklan tersebut, cetak, audio, visual, atau audiovisual. Lalu dengan personal selling yang biasa dilakukan oleh sales. Kemudian adapula yang dinamakan sales promotion yaitu mempromosikan penjualan dalam jangka waktu tertentu dimana pembeli memperoleh bonus atau mendapatkan potongan harga. Terkait dengan sales promotion yaitu jumlah pembelian tertentu, pembelian barang tertentu, bonus/hadiah, discount dan allowance. Kemudian public relation yaitu upaya membangun hubungan baik antara perusahaan dengan pelanggan atau masyarakat secara umum dalam upaya menciptakan corporate image yang baik. Ini juga ini juga digunakan untuk mengatasi atau menjawab berkembangnya rumor atau cerita negative perusahaan dimata masyarakat. Selanjutnya target audience, content yang berisi gambar, tulisan dll. Serta media yang perlu memerhatikan jenisnya, dan terakhir model.

DISTRIBUTION CHANEL & MARKETING COMMUNICATION

Pada pertemuan kuliah manajemen pemasaran yang bertepat di hari Jumat, 13 Mei 2011, Bapak Amril Muhammad,SE ., M.Pd menjelaskan tentang dua hal yaitu distribution chanel dan marketing communication. Beliau menjelaskan tentang pengertian serta apa saja yang mempengaruhi kedua hal tersebut.
                Pertama kita masuk pada distribution chanel. Dari kata distribusi yang bertujuan konsumen memperoleh barang dengan cara yang mudah. Distribution chanel dapat diartikan sebagai bagaimana cara mengantarkan barang dari produsen ke konsumen. Ada beberapa macam cara distribusi yang pertama distribusi langsung yaitu dari produsen langsung ke tangan produsen, contohnya outlet dan toko sendiri. Kedua melalui perantara seperti agen, toko, warung, supermarket, departemen store, dll. Selanjutnya hybrid contohnya seperti toko sepatu yang menjual sebuah merk tertentu, tapi toko tersebut juga menjual merk lain. lalu ada yang melalui telemarketing yaitu berjualan lewat alat komunikasi seperti telepon. Kemudian E-comerce berjualan melalui jaringan internet atau online, contohnya toko bagus dan kaskus. Dan yang terakhir MLM (Multi Level Marketing).
                Ada beberapa alasan atau pertimbangan sebuah pendistribusian barang, pertama berkaitan dengan efesiensi biaya, contohnya apabila membuka usaha jual mobil di daerah, si pedagang harus melihat efektif atau tidaknya pendistribusian ke daerah, karena harus mempertimbangkan faktor-faktor tertentu. Lalu fokus pada produksi yaitu contohnya astra Honda. SDM yang berkenaan dengan tenaga teknis, geografi jarak pendistribusian juga dapat menjadi pertimbangan. Jenis barang tentu sangat dipertimbangkan pada pendistribusian karena akan berpengaruh pada pergudangan dan daya tahan dari jenis barang tersebut. Dan yang terakhir harga barang yang akan di distribusikan.
                Selanjutnya kita akan memasuki pembelajaran tentang marketing communication, tentu ada hal yang mempengaruhinya yaitu, advertising atau iklan hal yang terdapat dalam iklan biasanya memperhatikan bagaimana tempatnya, indoor atau outdoor. Lalu media apa yang digunakan untuk iklan tersebut, cetak, audio, visual, atau audiovisual. Lalu dengan personal selling yang biasa dilakukan oleh sales. Kemudian adapula yang dinamakan sales promotion yaitu mempromosikan penjualan dalam jangka waktu tertentu dimana pembeli memperoleh bonus atau mendapatkan potongan harga. Terkait dengan sales promotion yaitu jumlah pembelian tertentu, pembelian barang tertentu, bonus/hadiah, discount dan allowance. Kemudian public relation yaitu upaya membangun hubungan baik antara perusahaan dengan pelanggan atau masyarakat secara umum dalam upaya menciptakan corporate image yang baik. Ini juga ini juga digunakan untuk mengatasi atau menjawab berkembangnya rumor atau cerita negative perusahaan dimata masyarakat. Selanjutnya target audience, content yang berisi gambar, tulisan dll. Serta media yang perlu memerhatikan jenisnya, dan terakhir model.

Wednesday, May 18, 2011

PRICING

 Pada pertemuan kuliah manajemen pemasaran yang bertepat tanggal 11 Mei 2011, Bapak Amril Muhammad,SE ., M.Pd menjelaskan tentang price atau harga, hal pertama yang dijelaskan mengenai pengertian dari harga tersebut. Price adalah sejumlah uang yang dapat ditukarkan oleh barang atau jasa. Atau sejumlah nilai yang dapat ditukarkan pelanggan untuk mendapatkan manfaat atau menggunakan sebuah produk. Ada 2 faktor yang dapat mempengaruhi harga, yaitu internal dan eksternal.
                Terdapat beberapa hal yang ada di dalam faktor internal, yang pertama cost (harga pokok produksi) ini barkaitan dengan bahan baku, tenaga kerja langsung, BOH, dan laba. Kedua marketing objective  tujuan pemasaran yang dilakukan bersifat survival, current profil max yaitu seperti pedagang buah yang ada di bus antar daerah, pedagang tersebut menjual barang dagangannya dengan menetapkan harga awal, kemudian harga tersebut dapat berubah apabila semakin mendekati tempat tujuan dari bus tersebut. Lalu, market share leadership pedagang menurunkan harga barang dagangannya dan product quality leadership. Ketiga marketing mix strategy yaitu, harga berbeda karena faktor lokasi, produk dan promosi. Keempat, organizational consideration harga barabg tinggi apabila keryawannya banyak karena berpengaruh pada BOH (SDM, teknologi, corerage, dan unit produksi).
                Sekarang masuk kepada penjelasan faktor eksternal, ada beberapa hal yang akan dibahas pada faktor eksternal ini. Pertama market dan demand di dalamnya terdapat pure competition, dimana perusahaan satu dengan perusahaan yang lain murni bersaing pada harga dari sebuah produk yang dikeluarkan. Lalu monopolistic, sebagai contoh PLN, perusahaan tersebut tidak mempunyai pesaing. Dan ada juga oligarki (banyak perusahaan) jadi harga dipatok oleh kelompok tertentu. Dimana apabila demand naik sedangkan supply tetap maka harga akan naik. Namun, apabila demand turun sedangkan supply tetap maka harga akan turun. Yang kedua kita masuk pada competitor (pesaing) contohnya tempat makan AW dengan TEXAS yang secara terang-terangan bersaing untuk memikat konsumen. Selanjutnya, eksternal faktor dimaksudkan disini adalah faktor X seperti transportasi, politik, ekonomi (politik dumping), hokum, dan sosial.
                Selain itu ada pricing decision, ada beberapa hal yang menjadi penentu dalam pricing decision. Pertama cost based pricing yaitu, harga pokok produksi + laba yang menjadi harga dasar sebuah produk. Kedua, value based pricing dimana harga menyesuaikan dengan keinginan konsumen berdasarkan kalangan (atas, menengah, dan bawah). Ketiga, competition based pricing misalnya kita ingin membuat sekolah disebuah lingkungan tertentu, tentu kita harus menyesuaikan dengan rata-rata pendapatan penduduk yang ada disekitar lingkungan tersebut, akan tetapi apabila sekolah yang kita buat sudah terakreditasi dengan baik, kita tidak perlu melalukan hal tersebut.
                Terakhir adalah mengenai price adjustment strategies. Terdapat discount & allowences sepertinya halnya tukar tambah, contohnya apabila kita membawa sebuah televisi yang kita punya, dan televisi kita akan dihargai 500000 oleh toko tersebut. Segmented pricing, contonya paket Mcd. Psycholosical pricing, orang memakai BB dengan orang yang memakai handphone QWERTY biasa, itu akan berpengaruh pada si pemakainya. Promotional pricing biasa dikenal dengan harga promosi yang dijalankan dengan batas waktu tertentu untuk mendapatkan harga promosi tersebut. Lalu ada geographic pricing yang menyesuaikan harga dengan letak lokasi dimana suatu barang tersebut dijual. Terakhir international pricing yang biasa digunakan untuk barang ekspor impor.

Tuesday, April 26, 2011

TUGAS KELOMPOK PEMASARAN

KELOMPOK 7 “HAPPY ICE CREAM”
1. Ayu Syevira Anggraini
2. Lusiana Dwi Pegagan
3. Siti Patimah
Usaha yang kelompok kami buat adalah usaha di bidang makanan, yaitu usaha penjualan ice cream.
Kualitas : penggunaan bahan-bahan dasar ice cream dari kualitas yang terbaik
 Feature : yang kita sediakan yaitu tempat untuk makan langsung ditempat
Jaringan hubungan : dengan mempermudah transaksi para pembeli, kita bekerjasama dengan kredit card bank tertentu
Line extention : penyajian ice cream dapat bermacam-macam dan ukuran yang bervariasi pula, dengan cone, waffle, cup, dan kemasan keluarga
Product support jasa delivery : dengan pembelian tertentu
Brand extention : selain memproduksi ice cream, kita juga menyediakan coklat dan biscuit yang biasa di jadikan topping pada ice cream.
Co branding : bekerjasama dengan sunprise, sebagai pemasok buah-buahan segar untuk bahan pembuatan ice cream

Monday, April 25, 2011

BAURAN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN

Pada pertemuan kuliah manajemen pemasaran yang bertepat tanggal 20 april 2011, Bapak Amril Muhammad,SE ., M.Pd menjelaskan tentang apa saja hal-hal yang berhubungan dengan bauran pemasaran jasa, beliau menyebutkan terdapat 4P.
                Pertama, hal tersebut adalah produk, artinya produk apa saja yang akan di hasilkan, yang akan di desain, dan yang akan di jual. Yang kedua, price, yaitu berkenaan dengan harga dari produk yang akan di pasarkan. Yang ketiga adalah place, tentu saja tempat merupakan bagian penting dari sebuah pemasaran sebuah produk atau jasa. Dan yang terakhir adalah promosi, hal ini sangat di butuhkan oleh para pengusaha untuk dapat mempromosikan produk atau jasa yang mereka jalani untuk dapat menarik perhatian konsumen tentu harus menggunakan taktik tertentu untuk dapat memperkenalkan produknya dengan baik kepada masyarakat.
                Kita akan mengupas lebih dalam tentang hal pertama yang berkaitan dengan bauran pemasaran yaitu produk. Produk dapat di artikan sebagai segala apapun yang ditawarkan dipasar yang menjadi perhatian. Sebagai contoh produk yang dapat dinikmati dengan cara kita memperhatikannya adalah konser atau film. Dan hal wajar, tentu saja terdapat produk yang dapat kita nikmati dengan cara dimakan dan diminum. Disini juga di jelaskan bahwa produk terbagi atas 2, yaitu consumer dan industrial product. Consumer dapat diartikan sebagai produk yang digunakan oleh konsumen paling akhir. Dalam pengertian produk tersebut digunakan untuk dikonsumsi sendiri oleh si pembelinya, tidak untuk dijual kembali. Ada macam-macam hal mengenai consumer, pertama convenience product, yaitu produk yang dikonsumsi secara berulang-ulang, seperti makanan atau minuman. Kedua shopping product, yaitu produk yang dibeli setelah si pembeli membandingkan produk tersebut dengan produk yang lain. dan yang ketiga specialty product, produk yang dibeli hanya untuk prestice atau dijadikan koleksi oleh pemiliknya. Terakhir ada unsought product, produk yang dibeli karena si pembeli hanya ikut-ikutan. Kemudian, pengertian dari industrial product adalah perusahaan yang membeli barang-barang untuk memproduksi barang lagi. Sabagai contoh perusahaan MCd, perusahaan tersebut tentu saja membeli berbagai macam barang seperti tepung terigu, ayam, kentang, minyak goring, dan lain-lain untuk membuat makanan jadi yang kemudian dijual.
                Selanjutnya penjelasan mengenai bagaimana seseorang memutuskan untuk membeli barang, tentu ada beberapa hal yang mempengaruhi, pertama berkaitan kualitas tentu saja masyarakat dalam membeli suatu barang memperhitungkan bagaimana kualitas dari barang tersebut. Dan disesuaikan juga dengan fungsi dan daya tahan dari barang tersebut. Kedua, reability yaitu kehadalan dari suatu produk. Yang ketiga berhubungan dengan presisi atau gengsi. Misalnya, kebanyakan apabila kita membeli barang yang mahal serta bermerk tentu akan ada rasa kebanggaan tersendiri dan dapat meningkatkan gengsi si pembeli. Yang terakhir tentu saja produk yang dibeli harus mudah digunakan oleh si pembeli.
                Selain memutuskan untuk membeli sesuatu, ada juga tahap-tahap membeli sesuatu, tahap 1 product atribut, seperti kecanggihan suatu barang, kualitas, dan desain yang meliputi nama, term, sign, dan symbol dari produk akan menjadi bahan pertimbangan. Tahap 2 brand, terdiri dari beberapa bagian yaitu brand equity,nilai dari produk,  adalah hal yang meliputi merk dagang serta jaringan hubungan ,lalu brand name selection yaitu nama dari produk tersebut , brand sponsor yaitu kerja sama produsen dengan pihak pendukung lain untuk sebuah produk , co branding yaitu menggunakan nama atau merk bersama,contohnya danone dan aqua , dan terakhir brand strategy, terdiri dari beberapa strategi yaitu, line extention, dengan cara mengeluarkan bermacam-macam produk, yang kedua brand extention, memodivikasi produk, yang terakhir multi branding, produk tersebut tersedia untuk berbagai kalangan. Tahap 3 packaging, yaitu bagaimana cara mengemas produknya agar terlihat menarik, dan ada beberapa hal yang diperhatkan pembeli, seperti casing dan labeling.

Saturday, April 16, 2011

Analisis perumusan Segmen dan Positioning Perusahaan Jasa

Pada 6 April 2011 tepat pada pertemuan mata kuliah Manajemen Pemasaran yang di bimbing oleh Bapak Amril Muhammad,SE., M.Pd beliau menjelaskan tentang analisis perumusan segmen dan positioning perusahaan jasa.
            Pertama-tama yang ia jelaskan adalah tentang hal-hal apa saja yang perlu dipertimbangkan ketika membuka usaha dalam bidang jasa, yang pertama yaitu mengukur berapa banyak target yang akan dijadikan sebagai sasaran usaha kita, tidak hanya itu, terukur disini juga menyangkut dalam hal biaya. Melihat daya beli masyarakat dimana tempat kita membuka usaha. Lalu yang perlu diperhatikan lagi adalah jarak atau akses yang keterjangkauan masyarakat akan tempat usaha yang kita buka. Alangkah baiknya apanila tempat usaha kita terletak ditempat yang sesuai atau berdekatan dengan masyarakat. Dan tidak kalah pentingnya, dalam membuka usaha tentu saja kita harus memperhatikan laba atau keuntungan dari usaha yang kita punya, karna tidak akan maju sebuah usaha apabila kita tidak memperhatikan untung ruginya. Dan yang terakhir usaha yang kita buka hendaknya kita pikirkan matang-matang agar usaha tersebut dapat diwujudkan.
            Lalu tidak hanya itu, setelah kita mengetahui langkah-langkah apa saja yang perlu diperhatikan dalam membuka usaha, kita juga harus melakukan tahap evaluasi agar usaha yang kita jalankan terlihat sesuai atau tidak dengan rencana awal yang sudah kita rencanakan. Selai itu kita juga dapat melakukan perbaikan dari proses yang telah belangsung. Evaluasi ini terdiri dari beberapa tahap, tahap pertama yang biasa di evaluasi yaitu tahap ukuran, disini kita melihat tempat usaha yang kita buka terletak sesuai atau tidak dengan lingkungan sekitar, dengan adanya pengukuran seperti itu kita dapat mengambil keputusan untuk menyewa tempat terlebih dahulu untuk membuka usaha kita. Yang kedua seberapa atraktif minat masyarakat sekitar terhadap usaha kita, karena hal tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan suatu usaha. Yang ketiga, penting sumber daya manusia, sebagai contoh, apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga pendidikan, tentu faktor SDM yang perlu diperhatikan cukup banyak seperti calon pendidik, calon peserta didik, dan lain-lain.
            Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas kita juga perlu memperhatikan konsentrasi kita terhadap usaha tersebut, sebagai contoh usaha jasa yang memiliki sistem multilevel, biasanya jasa yang bergerak dalam bidang tersebut mereka hanya fokus pada multilevel tersebut, tidak membuka toko. Dan tentu saja fokus dalam pemilihan tempat sangat berpengaruh seperti yang telah dijelaskan sebalumnya.
            Yang terakhri, mengenai posisi dalam usaha, terdapat tiga hal, yang pertama advantages (keuntungan), yang tentu saja harus diperhatikan dan menjadi bahan pertimbangan utama dalam membuka usaha. Yang kedua strategi promosi, tentu saja hal ini sangat berpengaruh pada usaha yang kita jalani, agar usaha kita diketahui oleh masyarakat banyak tentu saja kita perlu memperhatikan cara promosi melalui media-media yang tepat serta komunikatif. Yang terakhir, mengkomunikasikan dan menyerahkan, cara ini digunakan untuk membuat konsumen merasa nyaman dan menaikan superior konsumen terhadap pelayan yang kita berikan.

Sunday, March 27, 2011

segmentasi dan target pasar

Jakarta, 23 maret 2011
                Pada perkuliahan manajemen pemasaran yang dibimbing oleh dosen Bapak Amril Muhammad, SE, M.Pd, membahas tentang segmentasi dan target pasar. Apabila kita bicara mengenai pasar tentu saja kita teringat akan penjelasan tentang pasar yang telah kita bahas sebelumnya. Pasar disini tidak hanya di artikan dalam bentuk fisik, melainkan tempat bertemunya konsumen dengan produsen melalui sebuah transaksi produk maupun jasa secara langsung maupun dunia maya. Disini juga dijelaskan beberapa jenis pasar, yang pertama mass marketing, maksudnya adalah pasar dimana terdapat pembeli yang banyak dan penjual yang banyak, contohnya saja bazaar, PRJ, dan pasaraya. Karena ditempat itu terdapat banyak penjual serta pembeli yang menimbulkan banyaknya proses transaksi. Lalu yang kedua adalah jenis pasar product variety marketing, jenis pasar ini berhubungan dengan style, kualitas, ukuran, dan kemasan dari produk yang dipasarkan. contohnya saja produk coca-cola, sekarang banyak sekali bentuk dari kemasan produk tersebut, ada yang ramping dan simple, ada juga yang botol sesuai dengan ukuran keluarga, dan lain-lain. Yang ketiga yaitu target marketing, pasar ini memasarkan produknya menyesuaikan dengan pembelinya, dapat kita ambil contoh lagi dari produk coca-cola, yaitu produk tersebut mengeluarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan si pembeli, seperti coca-cola zero, yang diperuntukkan untuk orang-orang yang mengurangi kadar gula namun tetap dapat menikmati coca-cola.
                Segmentasi pasar memiliki maksud yaitu membagi pasar sesuai dengan kebutuhan konsumen dan juga sesuai dengan karakteristik prosuk tersebut. Ada 2 tahap segmentasi yaitu mengidentifikasi dasar, disini prosusen menimbang siapakah target kondumen yang akan menkonsumsi produk yang mereka kelusrkan, akankah produk tersebut ditujukan untuk orang tua atau untuk anak-anak, dan sebagainya. Yang kedua adalah menyusun profil, tahap ini dilakukan setelah mengidentifkasi produk yang akan dikeluarkan. Produsen menyusun profil si calon pembeli dengan mengetahui dengan jelas dimana produknya akan dipasarkan dan siapa calon pembelinya.
                Selanjutnya adalah aspek-aspek apa saja yang ada didalam segmentasi pasar. Dilihat dari aspek geografis, yaitu berkaitan dengan Negara, aturan atau kebijakan, regional, serta kota dan desa. Dimana produsen mengetahui dimanakah produk mereka cocok untuk dipasarkan. Selanjutnya ada aspek demografis, berhubungan dengan penduduk, ukuran keluarga, kekerabatan dalam keluarga, pekerjaan, pendidikan, agama, RAS, kebangsaan, usia dan gender. Contohnya seperti usaha yang bergerak dibidang penitipan anak, seorang pengusah aharus pintar-pintar melihat aspek demografis tersebut, misalnay saja ia dapat membuka usahanya pada pemukiman yang memiliki penduduk yang memikili anak-anak balita yang berkisar umur antara 2 sampai 5 tahun. Lalu tidak lupa juga menimbang pekarjaan dari orang tua si anak dan juga melihat pengusaha ingin membatasi usahanya tersebut atau tidak, misalnya dengan hanya menerima anak yang berjenis kelamin laki-laki saja atau perempuan saja, dan dari segi agama, apakan hanya menerima dari satu agama saja atau agama apapun. Kemudian aspek psikologis, berkaitan dengan kelas sosial, gaya hidup, karakter pribadi, dan yang terakhir aspek perilaku berkaitan dengan kelakuannya, sikap konsumen terdahap sebuah produk, penggunaan, respon, manfaat yang didapat, sosialisasi, dan taste.

Tuesday, March 22, 2011

bidang usaha jasa penitipan anak

AYU SYEVIRA ANGGRAINI (1445091756)
MP REGULER 09
Nama perusahaan : penitipan anak “FUNNY KIDS”
Alasan memilih bisnis tersebut :
            Alasan saya ingin membuat usaha penitipan anak karena ada beberapa faktor, yang pertama dikarenakan saya melihat situasi dan kondisi saat ini. Pada jaman sekarang banyak wanita yang bekerja diluar rumah atau biasa disebut wanita karier. Apabila saya melihat keadaan tersebut pastinya banyak sekali ibu-ibu yang membutuhkan bantuan untuk mengasuh anak-anaknya, karena si ibu tersebut tidak dapat secara maksimal mengurus anak-anaknya dirumah dikarenakan pekerjaannya diluar yang mengharuskan si ibu berada diluar rumah lebih lama dibandingkan dengan kegiatannya dirumah sebagai ibu rumah tangga. Lalu terkadang orang tua juga berfikir bahwa dengan menitipkan anak-anak mereka ditempat penitipan anak tentu saja mereka dapat menghemat pembelian mainan untuk anak-anak mereka karena mereka melihat apabila anak mereka dititipkan ditempat penitipan anak tentu saja anak mereka akan senang karena tempat penitipan anak tersebut sudah pasti menyediakan mainan-mainan yang anak-anak mereka sukai. Dan tentu saja mereka juga merasa yakin kalau anak mereka  secara otomatis akan belajar bersosialisasi dengan anak-anak sebayanya yang tidak menutup kemungkinan ruang lingkup sosialisasinya tidak jauh berbeda dengan kelas sosial keluarganya.
            Alasan saya yang berikutnya adalah melihat kenyataan bahwa saat ini tidak sedikit orang tua yang kurang percaya dengan jasa pembantu rumah tangga ataupun baby sitter. Karena sering kali muncul berita-berita tentang kasus penculikan, penjualan, bahkan pembunuhan anak yang dilakukan oleh pembantu rumah tangga maupun baby sitter yang sejak awal dipercaya untuk mengurus anak-anak mereka akan tetapi pada kenyaatannya membuat kepercayaan para orang tua luntur begitu saja karena image yang kurang baik sering bermunculan. Oleh sebab itu, saat ini yang dibutuhkan para orang tua adalah jasa penitipan anak yang dapat dipercaya karena manfaatnya bukan sekedar dapat menitipkan anak saja, tetapi juga memberikan kontribusi dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan intelegensia anak.

            Saat ini saya juga sering melihat bahwa banyak ibu-ibu yang memiliki jadwal yang padat dalam menjalani tugasnya sebagai ibu rumah tangga, seperti contohnya ibu-ibu tersebut harus pergi berbelanja dengan membutuhkan waktu yang cukup lama, dengan begitu terkadang si ibu merasa terganggu apabila ia membawa si kecil ikut berbelanja. Karena si kecil akan mudah bosan dengan mengikuti kegiatan si ibu lalu mereka akan merengek atau menangis, dengan begitu si ibu tidak dapat melakukan kegiatannya dengn maksimal. Maka dari itu si ibu perlu menitipkan anak mereka agar pekerjaannya dapat berjalan dengan lancer tanpa harus membiarkan si anak bermain sendirian.
            Adapun untuk tahap awal promosi saya akan memulainya karena dengan begitu dari mulut ke mulut akan sangat membantu, sebab jasa ini tingkat keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh rasa kepercayaan. Jadi saya berencana untuk memulai dulu dari anak-anak di sekitar lingkungan rumah saya. Selain lebih mudah mendapat kepercayaan karena sudah saling kenal, saya juga lebih mudah mengontrol kondisi yang terbaik yang diinginkan anak seperti layaknya di rumah sendiri. Selanjutnya saya bisa mulai menawarkan  kepada masyarakat luas dan membuka cabang baru ditempat atau pemukiman yang saya lihat terdapat pangsa pasar yang baik.

Sunday, March 20, 2011

ANALISIS LINGKUNGAN ORGANISASI

Analisis Lingkungan Organisasi
Jakarta, 16 Maret 2011
                Pada perkuliahan manajemen pemasaran yang dibimbing oleh dosen Bapak Amril Muhammad, SE, M.Pd, membahas tentang analisis lingkungan internal dan eksternal pada organisasi. Pada awal pembahasan dijelaskan pengerian lingkungan. Apa itu lingkungan? Lingkungan adalah sesuatu yang mempengaruhi kehidupan seseorang. Lingkungan fisik bersifat perseptual. Dalam bidang manajemen pemasaran lingkungandapat diartikan sebagai pelaku dan kekuatan diluar marketing yang mempengaruhi kemampuan diluar pemasaran yang mengembangkan dan menjaga transaksi bisnis dengan pelanggan dapat berjalan dengan baik. Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas bahwa lingkungan tersebut dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan internal dan eksternal. Pembahasan pertama yaitu lingkungan internal, ada lima faktor pendukung yang ada di dalam lingkungan internal.
                pertama, orang-orang yang ada didalam organisasi, maksudnya adalah manusia yang ada didalam organisasi harus memiliki kompetensi/skill yang dapat menunjang kemajuan atau keberhasilan dari organisasinya tersebut, lalu adanya kesesuaian penempatan kerja agar tugas-tugas yang ada didalam organisasi berjalan dengan baik dan ditangani oleh orang yang tepat, setelah itu perlu juga adanya komitmen dari orang yang ada didalam organisasi, dalam organisasi juga sebaiknya tidak lupa dengan pemberian penghargaan/reward untuk menghargai perkejaan yang telah dilakukan oleh anggota organisasi, reward disini tidak hanya bisa berbentuk materi (makan, gaji, tunjangan, dll) melainkan dapat juga berbentuk penghargaan non materi. Dengan reward tersebut, para anggota organisasi dapat mempromosikan dirinya untuk naik jabatan.
                Faktor Kedua, yaitu kebijakan yang ada didalam organisasi, terdapat beberapa hal, yaitu visi dan misi dari organisasi yang mengarah pada sebuah sasaran yang ingin dicapai organisasi tersebut dengan tidak melupakan segmen (keadaan) yang ingin dikejar dengan menentukan serta  menggunakan filosofi marketing yang tepat.
                ketiga kepemimpinan, dimana kepemimpinan menjadi hal penting karena mempengaruhi secara keseluruhan, yang diperhatikan disini adalah gaya kepemimpinan, ada beberapa gaya kepemimpinan yaitu ada pemimpin yang member peluang atau ruang untuk melimpahkan kewenangan pada bawahan lebih luas, lalu ada juga gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas, disini pemimpi memberikan tugas kepada bawahannya, dan ada pula gaya kepemimpinan yang berorientasi pada manusia yang dimaksudkan bahwa pemimpin percaya bahwa setiap manusia memiliki kemempuan dan dapat mengembangkan bakatnya masing-masing, dan yang terakhir yaitu pemimpin yang menerima feedback dari bawahannya. Selain itu faktor kompetensi teknis yang memadai juga tidak boleh terlupakan dan itupun perlu ditunjang dengan kemapuan manajerial si pemimpin (5W+1H). pemimpin juga dituntut untuk dapat memotivasi para bawahannya, setelah dimotivasi pemimpin juga harus dapat menjadi supervisi untuk memperbaiki kinerja bawahannya.
                Keempat sarana dan prasarana, dilihat dari segi sarana dan prasarana tentu dibutuhkan beberapa hal seperti kenyaman, yang meliputi suhu udara ruangan, pencahayaan, dan kebisingan. Kemudian kelengkapan, kelengkapan yang dimaksud adalah terpenuhinya perlengkapan serta alat-alat yang diperlukan untuk menunjang proses kerja sebuah organisasi, tentu lengkap disini sesuai dengan kebutuhan. Yang terakhir yaitu keamanan, tentunya keamanan sangat penting untuk mengurangi resiko hal yang tidak diinginkan terjadi.
                Kelima, bicara tentang budaya dan nilai  yaitu berhungan dengan nilai atau value. Nilai yang tercipta dapat menumbuhkan rasa komitmen yang tinggi para pegawainya, dan tidak lupa memperhatikan tampilan fisik (warna, bentuk, dan penempatan) dari sebuah organisasi, seperti seragam, bangunan, dll. Akulturasi budaya dimana organisasi terbentuk karena budaya local.
                Itulah beberapa penjelasan tentang lingkungan internal. Selanjutnya adalah penjabaran tentang lingkungan eksternal. Terkai dengan lingkungan eksternal ada beberapa faktor.
                Pertama, faktor demografis, berhubungan dengan berapa banyak penduduk, kepadatan, lokasi, usia, gender, ras, dan pekerjaan. Dapat kita ambil contoh misal berdirinya sekolah Al azhar di tengah-tengah pemukiman elite yang mempunyai daya beli yang tinggi, tentu saja murid yang masuk sekolah tersebut adalah kebanyakan anak dari pemukiman tersebut yang orang tua mereka mempunyai pekerjaan dengan penghasilan yang tinggi pula. Kedua, faktor alam lingkungan , contohnya keadaan tanah disuatu tempat, jadi apabila ingin mendirikan sebuah bangunan (organisasi) didaerah tertentu kita juga harus memperhatikan faktor alam tersebut. Ketiga, faktor teknologi, teknologi seperti penggunaan alat itu sangat menunjang, akan tetapi alat yang digunakan  dan ketepatan kegunaan dari alat tersebutlah yang diperhatikan. Teknologi juga tidak selamanya bias membantu, tetapi dapat juga menyusahkan si pengguna teknologi tersebut, maka dari itu perlu sekali penggunaan teknologi secara tepat guna. Keempat, lingkungan political dan yang kelima adalah lingkungan budaya, melihat seberapa jauh pendidikan mempengaruhi budaya.

Monday, March 7, 2011

Memahami apa itu JASA??

Pada tahap awal apabila kita ingin tahu tentang jasa kita harus tahu dulu pengertian dari jasa tersebut, jasa yaitu setiap tindakan yang ditawarkan satu pihak (produsen) kepada pihak lain (konsumen) yang terjadi ditempat terjadinya interaksi yang melibatkan hubungan dengan orang, alat, atau mesin yang mengarah pada terbentuknya kepuasaan pelanggan. Jasa juga bersifat abstrak dan hanya dapat diraskan saat kita telah menggunakan jasa tersebut. Dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa jasa tidak hanya dilakukan dari manusia ke manusia, akan tetapi pelayanan jasa dapat juga dirasakan dengan menggunakan alat atau mesin yang bekerja atau berfungsi sebagai alat pemuas jasa. Ada beberapa pertimbangan saat ini manusia menggunakan alat atau mesin sebagai pengganti pemuas jasa yang biasa dilakukan manusia, salah satunya yaitu alasan waktu, mungkin dengan mesin atau alat pemuas jasa manusia tidak perlu lagi membuang banyak waktu hanya untuk menggunakan jasa tersebut. Sebagai contoh, saat ini pembayaran tol dapat menggukan e-toll sebagai alat pengganti manusia sebagai alat pembayaran jasa tol. Semakain mudah, cepat, dan praktis apabila kita menggunakan alat tersebut bukan? Maka dari itu, tidak hanya manusia saja yang dapat dijadikan sebagai pelayanan jasa. Jasa juga harus memiliki faktor pendukung lain, seperti fasilitas yang dapat menunjang kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk. Jasa memiliki tiga komponen penting yaitu,interaksi, manusia, dan mesin. Tetapi dalam bidang pendidikan value (nilai) yang dilihat sebagai alat pemuas, maka dari itu sebuah lembaga pendidikan harus memiliki nilai jual yang baik. Seperti contohnya sekolah yang memiliki nilai dimata masyarakat adalah sekolah yang memilki “good will” atau nama baik yang dapat dihargai sebagai nilai jual kepada masyarkat, maka dengan good will tersebut masyarakat tidak ragu lagi akan sekolah tersebut. Dan hal tersebut tentu saja berimplikasi pada prosen yang menawarkan jasanya tersebut. Jasa biasanya dapat juga dipromosikan melalui mulut ke mulut, dengan begitu berita akan jasa tersebut dapat tersebar luas. Ada beberapa faktor yang disebut sebagai kunci sukses bisnis jasa, Pertama, memperbarui jasa berkembang, maksudnya adalah dimana produsen selalu memperbarui produknya (jasa) agar tahu akan perkembangan tentang apa saja yang diinginkan konsumen, dan perkembangan itu dapat dilakukan dengan cara mensurvei kepada konsumen. Kedua, menyediakan tempat-tempat layanan, sebagai contoh yaitu keberadaan ATM yang berfungsi untuk melayani manusia dengan mudah, tidak seperti sebelum diadakannya ATM tersebut, orang-orang yang ingin mengambil uangnya harus dating terlebih dahulu ke Bank, dengan begitu tidak praktis. Maka setelah adanya mesin tersebut dan beredar ditempat-empat yang strategis dapat mempermudah layanan. Ketiga, kesepakatan antara konsumen dan produsen, yaitu contohnya card member, dengan memiliki card member konsumen akan senantiasa berbelanja atau melakukan traksakasi di tempat dimana ia menjadi member. Keempat, menggunakan kekeuatan informasi, digunakan sebagai alat pengembangan layanan, dengan cara melalui media-media yang dapat mempromosikan jasa. Kelima, menentukan nilai strategi jasa pada konsumen yaitu perluasan perusahaan untuk penempatan tempat pelayanan baru.

Monday, February 28, 2011

manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran
Manajemen pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi  untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan atau organisasinya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Definisi dari pemasaran sendiri dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh pihak “penjual” agar ada sesuatu/produk yang ia hasilkan diketahui oleh masyarakat. Dimana pemasaran yang baik adalah pemasaran yang tahu persis tempat yang akan menjadi sasaran pemasaran, agar tercapainya target yang ingin dicapai pada proses pemasaran tersebut. Pasar adalah tempat dimana suatu proses social dan manajerial yang dilakukan oleh induvidu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok untuk memperoleh kebutuhan dan keinginan melalui pembuatan dan pertukaran produk oleh orang lain. Yang tentunya sebuah pasar dipengaruhi oleh supply dan demand yang selalu berubah-ubah. Dapat kita ambil contah, dalam bidang pendidikan pemasaran yang ditawarkan adalah berupa jasa yang dapat dirasakan oleh si pemakai jasa tersebut setelah terjadinya transakasi. Karena jasa tersebut bersifat abstrak atau tidak tampak dan hanya dapat dirasakan oleh si pemakai jasa tersebut. Dalam sebuah filosofi pemasaran diketahui ada lima filosofi, yaitu pertama, konsep produksi yaitu konsumen akan mendapatkan kepuasan terhadap produk yang diproduksi dapat ditemui dimana-mana atau mudah dicari. Seperti membuka cabang baru untuk mempermudah konsumen untuk memenuhi permintaannya. Kedua, produksi, yaitu perusahaan mengemas produk yang di produksi dengan mempercantik kemasan produk berbeda dari yang lain, karena dengan begitu pelanggan akan senang dengan pengemasan yang menarik.  ketiga, konsep penjualan, yaitu konsumen membeli produk dengan melihat title organisasi yang menjual karena menjual segala kebutuhan. Keempat, Konsep pemasaran yaitu memasarkan dengan brosur atau sample tanpa membawa produk yang banyak kepada pelanggan. Contohnya, seorang sales yang membawa catalog prokduknya sebagai usaha menawarkan produknya. Kelima, pemasaran sosial yaitu, teknik pemasaran yang mengutamakan keuntungan maupun bagi produsen, konsumen dan juga lingkungan. Seperti contoh yang dapat kita ambil,yaitu perusahaan air minum yang mengedepankan pemasarannya dengan menonjolkan sifat sosialnya.