Thursday, July 25, 2013

Ya, terima kasih Tuhanku Yang Maha Cinta





Saat ini dimana mungkin waktu yang sangat tepat bagiku untuk memulai jalan sendiri tanpa seseorang yang sempat hadir dihidup ini selama aku menginjakan kakiku di bangku perkuliahan di Jakarta. Belajar berhenti tergila-gila dengan glamornya kota nan padat ini semenjak jaman sekolah dulu. Tapi ternyata aku belum bisa melupakan kenangan indah di kota ini dengan teman-temanku terdahulu. Aku belajar mencintai kehidupan baruku ini dengan sekelompok wanita yang tangguh. Tapi pada saat itu aku tidak ingin membuka tabir kehidupan cinta yag baru, karena aku memiliki niat bersungguh-sungguh untuk tidak mencicipi nikmatnya cinta dibangku kuliah ini. Ya, mungkin itu terlalu munafik, buktinya aku tidak bisa terus menutup hati saat bertemu dengannya. Aku tidak tahu asal cinta itu datang dari mana sampai pada saatnya aku bisa mulai menyukainya. Mulai dengan satu kata yang amat sangat mudah, komunikasi. Ya itulah awal mulanya, sangat sederhana namun sangat indah bagiku bila kuingat kembali. Semua berawal dengan sangat sederhana, namun itu begitu indah dirasa. Hari-hari semakin berlalu, aku semakin menikmati hari-hari yang aku tidak tahu akan sampai kapan aku selalu dibalut dengan mimpi indah itu. Masih sangat nyata didalam ingatan bagaimana semua proses itu berjalan dengan tahap demi tahap, sedikit demi sedikit namun bergerak dengan pasti. Sampai pada saatnya kita meyakini semua akan dijalani sampai saat pada saat yang bahagia. Hari semakin berlalu, belum sampai setahun mimpi indah itu aku rasakan, namun tiba-tiba dia memilih untuk mengakhiri semuanya yang pada saat itu tepat saat bulan Ramadhan. Sakit, terpuruk, dan kesal yang aku rasa, karena aku melihat dengan sangat nyata alasan yang sebenarnya mengapa kita berakhir. Lalu aku jalani sendiri hidupku seperti disaat awal perkuliahan, kehidupan berjalan normal, akupun mencoba bangkit dengan tidak menutup diri seperti waktu dulu. Tapi ternyata takdir berkata lain, aku masih dipertemukan denganya, ya dengan cara yang sangat amat sederhana (lagi). Mulai kembali dengan membuka pembicaraan di siang dan malam hari dengan mengingat dan memperbaiki masa lalu. Semenjak itulah kita kembali, tahun ke tahun kita lewati bersama, sampai terkadang kita membicarakan hal yang diimpikan setiap pasangan yang seakan telah siap untuk berkomitmen. Tapi aku sadar sekarang, itu tidak berarti apapun, karena sebenarnya bukan aku lah yang dihatinya. Waktu yang cukup lama bagiku bersama seseorang, ya 3,5 TAHUN. Aku tidak dapat menyangka dan tidak dapat mengira dengan cermat apa yang menjadi penyebab semua ini. Dia yang memilih untuk mengakhiri semuanya.
Saat ini aku hanya dapat berdoa, aku bersyukur kepada Tuhanku yang telah mempertemukan kita dalam hubungan yang sangat amat indah dan tak akan terlupakan. Aku juga bersyukur bahwa aku masih diperkenankan memilki dirimu walau hanya sesaat. Kadang aku juga menyelipkan doa agar semua dapat berjalan seperti biasanya apabila kita msh berjodoh, namun apabila itu semua tidak akan terjadi aku tidak berharap lebih. Terutama aku tahu dan melihat bahwa kau sepertinya telah menemukan yang lain.
Selamat tinggal masa lalu terindahku, rasa ini menyesakkan dada, rasa ini membunuh mimpi ditidurku, rasa ini menyeretku teralalu jauh dalam kesedihan. Namun aku akan bangkit sebagaimana kau bangkit melupakan semuanya, aku janji.

No comments:

Post a Comment